03 November, 2008

hatiku gundah...

kenapa?
namanya konsumen komplain atau merasa kurang ini dan itu dengan hasil pekerjaan kita tuh mungkin biasa ya....(dan sudah haknya konsumen). Tapi...kalo komplainya wajar dan memang proporsional ga papalah, kita terima dan Insya Allah akan kita pertanggung jawabkan sesuai dengan kewajiban kita.
Tapi yang terjadi padaku sabtu kemarin bener2 bikin aku gundah dan gak bisa tidur nyeyak.
Ceritanya, sabtu kemarin kan aku mengerjakan pekerjaan dekorasi untuk keluarga yang akan mantu (melaksanakan pernikahan) di suatu gedung. Karena gedungnya dipakai wedding juga sampe malam, jadi kita bisa masuk gedung tsb baru malam dan mulai kerja jam 01.00 an, karena dekorator sebelum kita bongkaranya lambreta banget.
Nah singkat cerita, mulailah aku n kru2ku bekerja dengan sungguh2 dan mengerahkan segala tenaga menahan kantuk karena waktunya kan dah mepet sementara specifikasi pekerjaan lumayan banyak. Seperti biasa, bunga2 yang kita gunakan pasti fresh dan dijamin baru, selain beli aku juga metik bunga2 di kebun bungaku, hujan2 pula, karena saking pengenya biar kondisi tu bunga fresh banget. Naaah..... jam 5 an pagi gitu pekerjaan dah mo selesai, tapi masih harus finishing sana sini, datanglah ibu yang punya hajat mantu itu, dengan tanpa perasaan belio langsung nunjuk2 standing flower jalan yang dah selesai kita buat trus bilang gini: ini bunga2nya kok nggak harum ya, kayak dah bekas, nggak fresh bla bla bla ..... langsung kagetlah kami semua. Bunga suegernya kayak gitu kok dibilang bunga bekas. Trus... suamiku dipanggil sama belio, bla bla bla gitu, ternyata intinya apa? belio mengira bahwa yang wedding semalam tuh dekoratornya kita, dan bunga2nya juga bunga yang semalam dipake wedding, bukan bunga baru. suamiku dah jelasin, tapi namanya orang udah kuatirnya memenuhi seluruh pikiranya, jadinya ya teuteup sussah untuk jelasin ke belio itu. Trus ganti cari hal lain yang bisa dikomplain.
Begitulah ceritanya...
sampe saat inipun aku masih gundah en kepikiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar